Gue sedikit
pusing,enggak tau kenapa,bawa’an nya mau tidur,mungkin karena dari tadi gue
enggak bisa tidur soal nya Kak Hehen sama Nana persis kayak sepasang cewek lagi
ngomongin perkembangan terbaru tentang fashion,enggak
ada habis nya.padahal Hehen adalah seorang cowok.
Duduk di salah satu
bagian rumah makan,gue tepat duduk disamping bokap.suasana rumah makan itu pun
enak,tempat nya sejuk,kalau ke bagian
belakang,langsung berhadapan dengan persawahan hijau yang memanjakan mata,rasa nya
ingin kembali ke tempat itu dengan bokap.
Setelah
memesan,enggak berapa lama makanan yang kami pesan pun datang.selain
menyediakan nasi itik,tempat ini layak nya rumah makan biasa,yang menyediakan
ayam goreng dan sebangsa nya,gue lebih memilih ayam lalapan,karena dari dulu
sampai sekarang,gue adalah penggemar ayam lalapan garis keras.
Duduk di atas kursi
kayu panjang,setelah gue menghabiskan separuh makanan,gue merasakan ada hal
yang aneh disini,perut gue sakit.
“Pi,sakit perut”,kata gue sama bokap yang baru saja membuka
bungkus nasi itik kedua nya.