Nama nya Efan,seorang bocah laki-laki yang memiliki rambut keriting dan
berkulit sawo matang dan sekarang dia sudah beranjak dewasa dan mulai menginjak
masa SMA,pagi itu dia terbangun kala mendengar teriakan ibu nya dari lantai
bawah,teriakan yang sudah biasa menjadi santapan pagi nya,bila Ayah nya sedang
di rumah.Efan memang terlahir di keluarga yang kurang harmonis,cekcok mulut
sudah biasa dia dari kedua orang tua nya.
Ayah Efan adalah seorang pekerja di bidang pertambangan sedangkan Ibu
nya adalah seorang Ibu rumah tangga biasa,yang setiap hari nya cuma melakukan
pekerja’an rumah layak nya seorang Ibu rumah tangga.walau pun berkehidupan cukup
mapan kata “damai” jarang sekali terdengar di rumah Efan.ada saja masalah yang
muncul setiap hari nya,
Jam pun sudah menunjukan pukul 7 pagi,Setelah merapikan tempat tidur
nya,Efan turun ke bawah dengan handuk mandi terbelit di leher nya,setelah
sampai di bawah,Ayah Efan bertanya dengan nada agak tinggi,’kamu tidak sekolah
?!! jam segini baru bangun !’,Efan cuma mengacuhkan perkata’an Ayah nya itu,lalu
menyelonong masuk ke dalam kamar mandi.sedangkan Ibu nya seperti biasa
menyiapkan makanan untuk sarapan.