Kamis, 19 Maret 2015

Demam Batu Akik



     INDONESIYAHHHHH…

     Setelah demam sakit nya tuh disini, dan disitu kadang saya merasa sedih, beberapa minggu terakhir INDONESIYAHHH kembali mengalami demam. Bukan demam badan panas atau badan menggigil. Kali ini, INDONESIYAHHH mengalami Demam Batu Akik.

    Dari tua sampai muda, dari anak SD sampai kuliah. Dari yang masih napas sampai udah dalam kubur juga ikutan Demam Batu Akik.

   Sebenar nya apa sih yang bikin Batu lagi booming banget sekarang? Perasaan dari dulu Batu udah ada deh, kok booming nya baru sekarang?

Senin, 09 Maret 2015

Saat Hujan, Dan Harus Terus Berjalan




diatas adalah foto nenek itu yang sempat gue ambil.

  Beberapa bulan lalu, di depan tempat kerja. Sore itu hujan sedang turun dengan lebat nya. Dan kebetulan, gue sedang duduk santai di depan kerja’an. menikmati hujan dengan sebatang rokok yang terasa lebih nikmat bercampur aroma hujan.

    Enggak berapa lama setelah itu, mata gue tertuju ke arah jalan di depan kerja’an. ada seorang wanita samar, sedang berjalan menerobos lebat nya hujan. Pikir gue pertama, dia adalah wanita umuran 30’an, karena lebat nya hujan membuat jarak pandang gue kurang jelas, karena penasaran, gue pun berdiri dan mengamati lebih dekat. betapa kaget nya gue, ternyata wanita itu adalah seorang nenek-nenek berumur sekitar 60-an.

Selasa, 03 Maret 2015

Aroma Kopi Itu






    Minggu siang,di sebuah café di tengah kota Banjarmasin.

       Deru suara mobil dan motor yang saling beradu, hembusan angin berhembus pelan, sudah tidak lagi terasa sejuk nya, menahan Riska di bangku café sejak pukul sebelas siang tadi. secangkir latte hangat dan sepiring kentang goreng menemani nya. disekeliling, banyak juga pelanggan lain nya, yang kebanyakan juga seumuran dengan Riska. Ada juga beberapa yang memakai pakaian dinas, memang, sekarang adalah jam istirahat untuk para pagawai dinas pada umum nya.

    Remaja yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas ini terlihat manis hari itu, memakai baju kaos oblong berwarna putih dengan corak paris di depan nya, kaca mata frame kecil yang membuat mata sipit nya semakin menarik untuk dipandangi lebih lama lagi. di kaki nya, terpasang mantap sepasang converse yang sudah agak usang, ditambah lagi celana jeans selutut berwarna hitam, ”ah,memang.dia selalu cantik”, kata Dimas, seseorang yang sudah menaruh hati pada nya sejak pertama kali Riska memesan latte yang sama di café ini. dan tepat disamping nya ada Dimas, yang waktu itu adalah Kakak kelas Riska, atau lebih tepat nya bekas kakak kelas Riska.

    Pertengahan Juli 2 Tahun lalu, memasuki Tahun ajaran baru, SMAN 1 Banjarmasin.

     Aroma cat dari dinding-dinding kelas yang baru di renovasi menerobos masuk ke dalam hidung, sangat pekat, memaksa beberapa murid baru, menahan aroma ini, ada juga beberapa yang menutup hidung.

  Dari pukul 7 pagi tadi, mereka sengaja dikumpulkan di lapangan untuk menghadiri acara pembuka’an MOS hari pertama disekolah itu. Beberapa murid baru, ada yang tidak hadir karena banyak murid baru adalah pindahan dari luar Kalimantan, seperti Riska.